Pernah Menjadi Muthowif Talbia, Pemuda ini Raih Gelar Doktor dari Universitas Islam Madinah dengan Predikat Summa Cumlaude

Mahasiswa Indonesia, Hakimuddin Salim berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, pada 18 Desember 2019 lalu. Ia berhasil mendapatkan predikat Mumtāz Ma'a Martabat Asy-Syaraf Al-Ūlā (Summa Cumlaude). Ia pun tercatat sebagai Doktor Pendidikan Islam pertama dari Asia Tenggara di kampus-kampus Saudi.

Judul disertasinya adalah: "Al-Asālīb At-Tarbawiyah Al-Mustanbathah minal Qoshosh Al-Qur'āni wa Madā Mumārasati Mu'allimil Ma'āhid Al-Qur'āniyah fī Indonesia Lahā Ma'a Taqdim Tashowwur Muqtarah li Ta'zīzihā" (Metode Kependidikan Disimpulkan dari Kisah-Kisah dalam Al-Qur'an dan Tingkat Pengamalannya oleh Para Guru di Pesantren-Pesantren Al-Qur'an di Indonesia Beserta Rekomendasi Penguatannya).

Tim Penguji dari Jurusan Ushul Tarbiyah terdiri dari: Syekh Prof. Dr. Sa'id Falih Al-Maghamisi, Syekh Dr. Muhammad Umar Fallatah, dan Syekh Dr. Adil Aidh Al-Mughoddawi. Meski memberikan beberapa kritik dan masukan, mereka sepakat akan keautentikan, orisinalitas dan urgensi dari disertasi ini, apalagi terkait dengan Al-Qur'an dan realita pendidikan Islam di Indonesia.

Ustadz muda asal Klaten ini, mengenyam pendidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangan (1993), MD Muhammadiyah Tahzhibus Shibyan Jatinom (1999), SDN Bonyokan 1 (1999), MTs PP Islam Al-Mukmin Ngruki (2002), dan MA Ma'had Tahfizhul Qur'an Isykarima Karanganyar (2006).

Setahun kemudian ia berhasil mendapatkan beasiswa di Universitas Islam Madinah. Ia lulus dari Fakultas Syari'ah pada tahun 2011 dengan predikat Summa Cumlaude, dengan judul skripsi: "Fathul Wahhāb fīl Farqi bainal Jihādi wal Irhāb" (Studi Fiqih Perbedaan Mendasar antara Jihad dan Terorisme).

Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 di kampus yang sama pada Jurusan Ushul Tarbiyah dan berhasil meraih predikat Summa Cumlaude, dengan judul tesis: "At-Tarbiyah Al-Jinsiyyah 'inda Ibni Qoyyim Al-Jauziyah" (Pendidikan Seksual Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah).

Selain belajar formal di kampus, ia juga menimba ilmu dari para Ulama di Masjid Nabawi, seperti Syekh Abdul Muhsin Al-'Abbad, Syekh Muhammad Nashir As-Suhaibany, Syekh Ibrohim Ar-Ruhaily dan Syekh Abdurrazaq Al-Badr. Ia juga sempat mulazamah dengan Syekh Abdulloh Al-Qodiri dan Syekh Yahya Al-Yahya.

Selain menuntut ilmu, Hakim juga aktif berdakwah dan berorganisasi. Ia pernah menjadi Da'i di Hai'ah 'Alamiyah Litta'rif bil Islam (World Islamic League), Penterjemah Digital Mujamma' Al-Qur'an Malik Fahd, Editor Majalah Al-Bashiroh PPMI Madinah, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, Komisi Sosial Budaya PPI Dunia, menulis di berbagai media cetak dan online, serta aktif membina masyarakat Indonesia di berbagai kota di Saudi seperti Khobar, Dammam, Madinah dan Riyadh.

Selama 12 tahun di Madinah, pemuda kelahiran 1986 ini juga aktif membimbing jama'ah Haji dan Umrah. Ia pernah menjadi Punyuluh Haji di Maktab Ta'awuni (Kementerian Agama Saudi), Da'i Pesantren Haji, Perintis Program Khidmah Haji Muhammadiyah, dan pernah menjadi Muthowif/pemandu di beberapa biro jasa travel Haji & Umroh yang salah satu travelnya yakni Talbia tours & travel.

Semoga ia bisa segera pulang ke tanah air dengan berbekal ilmu yang bermanfaat dan turut serta mengemban amanah dakwah demi mencerahkan kehidupan umat dan bangsa.

Talbia tours & travel

Bersama Anda Menuju Baitullah
Top